Cinta Itu Seperti

Cinta itu seperti sebuah apel
Gigit dan nikmati lah sekali
namun bila dibiarkan tidak tersentuh lagi terlalu lama
dia bisa rusak

Cinta itu seperti es batu
Kekerasan bentuknya akan memberikan
kesejukan tiada dua

Cinta itu seperti pasir
Ada di mana-mana
tapi dianggap seperti biasa saja
keberadaannya baru ‘terasa’ bila sudah masuk ke mata

Cinta itu seperti sehelai kertas yang tertulis
Diremukkan seperti apa pun
dia akan tetap memelihara tulisan di atasnya
dan membawanya hancur bersamanya

Cinta itu seperti sebuah lilin
Dia akan rkorbankan dirinya sendiri
untuk memberikan terang dan kehangatan

Cinta itu seperti arus listrik
Perpindahan sesuatu yang bermuatan negatif
menimbulkan sesuatu yang bermuatan positif

Cinta itu seperti sebuah dupa wangi
Asap darinya terlihat menganggu
tapi justru membawa wangi yang diinginkan

Cinta itu seperti sebuah jam wekker
Membangunkan kita dari tidur
melewati malam gelap kita

Tapi,
Cinta itu juga bukan lah seperti sebuah apel
Dia tidak memberati ranting kecil yang menahannya

Cinta itu juga bukan lah seperti es batu
Dia memberikan kesejukan
tapi dia sendiri tidak lah dingin

Cinta itu juga bukan seperti pasir
Keberadaannya di mata tidak menimbulkan rasa perih dan iritasi

Cinta itu juga bukan lah seperti sehelai kertas yang tertulis
Dia tidak akan pernah penuh walau ditulisi sebanyak apa pun

Cinta itu juga bukan seperti sebuah lilin
Dia tidak akan pernah habis terbakar

Cinta itu juga bukan seperti arus listrik
Dia tidak timbul hanya ketika
terjadi perbedaan tegangan antara dua titik yang terhubung

Cinta itu juga bukan seperti sebuah dupa wangi
Dia tidak menghasilkan debu sisa yang merusak keindahan

Cinta itu juga bukan lah seperti sebuah jam wekker
Deringnya tidak pernah mengganggu

Cinta itu seperti segala sesuatu
tapi,
cinta itu juga bukan lah seperti segala sesuatu

Karenanya,
cinta memang tidak akan pernah terdefinisi

Sebab,
sebuah definisi selalu akan membutuhkan dasar teori dan argumen pendukung
dan cinta tidak pernah membutuhkan dasar atau argumen apa pun
selain cinta itu sendiri…

Ruang dan waktu mendefinisikan dan melingkupi
segala sesuatu yang mampu dipikirkan manusia.
Dan cinta tidak lah berasal dari ruang dan waktu

Cinta adalah anugrah terbesar yang pernah dimiliki umat manusia
dari Yang Maha Tinggi
karena manusia bukan lah manusia tanpa sebuah cinta..

Ketika cinta menghampiri mu
sapa lah dia
dekap lah dia erat
karena cinta tidak lah memiliki wajah untuk kau kenali
dia hanya memiliki hati..

10 Responses to “Cinta Itu Seperti”

  1. wah….
    salut ma puisinya…
    keep smile ya….

    http://senyum-yuk.co.cc

  2. This is a very nice poem..
    i feel warm when i read it..(o^-^o)/

  3. bgus tu, Bangga bgt ma Loe “

  4. wah puisinya bagus bgt, aq bleh copy gag bwt someone di hatiku?

  5. mantap gan puisinya,
    wah, brarti klo cinta kyk pasir, klo mo ngilangin kudu pake Insto dong…wkwkwkwkwk…
    eh ada loh kesamaan lain cinta & listrik:
    klo cinta yg berlebihan ato ada gangguan bisa bikin kacau a.k.a konslet
    04pkt???kyknya saya tau nih…
    klo saya 04ppt, hehehe…
    lanjutkan terus puisinya..!!!!!

  6. wah puisinya keren banget boleh ngga gue copi ……

  7. kapan cinta tak pernah ber akhir

  8. Siip,
    tersentuh hati q

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: